Latest News

15 April 2009

Flu Singapura Menyerang Depok

Penyakit flu Singapura atau Enterovirus coxsackie merebak di Kota Depok. Sudah delapan anak berusia 1 hingga 4 tahun terjangkit. "Flu ini menyerang anak-anak yang tinggal satu blok," kata Kepala Puskesmas Sukmajaya, Linda Patrisia, di kantornya kemarin.

Linda menjelaskan, para penderita tinggal di Perumahan Bella Cassa Blok D, Kelurahan Tirtajaya, Kecamatan Sukmajaya. Flu yang juga dikenal sebagai penyakit kaki, tangan, dan mulut ini memiliki gejala, antara lain, panas tinggi hingga 38-39 derajat Celsius, batuk-batuk, muntah, disertai timbulnya bintik-bintik merah di bagian kaki, tangan, dan mulut. "Anak-anak itu sekarang sudah sembuh," kata Linda.

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Depok Ani Rubiani menjelaskan, sulit menentukan siapa sumber penularannya. Memang salah satu orang tua penderita sering bepergian ke Singapura. Namun, "Belum tentu anak yang pertama terkena adalah anak orang itu," katanya.

Menurut dia, belum ada vaksin pencegahnya. Virus ini cenderung menyerang anak-anak usia 10 tahun. Penyebarannya melalui kotoran, cairan tubuh, dan kontak fisik. Berbeda dengan flu burung dan SARS, jenis virus ini menentukan beratnya penyakit. Virus H5N1 (penyebab flu burung) adalah jenis virus yang berat sehingga penderitanya perlu penanganan khusus.

Flu burung ditularkan dari unggas ke manusia dan menyerang saluran pernapasan. Sedangkan flu Singapura berkembang biak di saluran pencernaan. Karena itu, rata-rata penderitanya tak menunjukkan gejala batuk atau pilek, melainkan demam tinggi, nafsu makan turun, nyeri ketika menelan makanan, dan timbul ruam di dalam mulut.

Ani membenarkan ada jenis virus flu Singapura yang berbahaya, tapi yang menyebar di Depok termasuk virus ringan. Serangan virus bisa dilawan dengan meningkatkan kekebalan, yakni dengan memberikan asupan gizi yang cukup.

DKI Jakarta pun mulai mewaspadai serangan flu Singapura, meski belum ada laporan penularan di Ibu Kota. "Puskesmas se-Jakarta memang sedang waspada," kata juru bicara Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Tini Suryanti, kemarin.

Tini menjelaskan, penyakit ini bukan baru terjadi di Jakarta. Tahun lalu terdapat dua kasus di Jakarta Selatan. Biasanya penderita tertular setelah pulang dari liburan di Singapura. Bahkan pada 2004 pernah ditetapkan status kejadian luar biasa flu Singapura di Jakarta Selatan setelah beberapa siswa sebuah sekolah internasional terjangkit. "Sekolah itu sampai diliburkan dan ditutup untuk disterilkan."

Virus flu Singapura menular sangat cepat dengan masa inkubasi seminggu. Penularan terjadi melalui percikan ludah, pernapasan, bahkan lantaran menyentuh benda yang sebelumnya disentuh penderita. "Kalau penderita muter-muter, dalam sehari bisa satu RW (tertular)." Untuk mengatasinya, Dinas Kesehatan akan mengisolasi dan mensterilkan lingkungan di sekitar penderita.

JOBPIE S SOFIAN TIA HAPSARI
Tempointeraktif

No comments:

About

Blog yang memberikan informasi seputar kegiatan yang berlangsung di Perumahan Kalibaru Permai, Cilodong, Depok.

Recent Post