Latest News

16 February 2009

Cacar Air

Saat ini sedang berjangkit penyakit cacar air, sudah beberapa anak di Perum. Kalibaru Permai yang sakit, karena itu kami coba posting artikel mengenai penyakit ini dan beberapa cara pengobatan alternatif yang biasa digunakan oleh masyarakat di Indonesia dalam mengatasinya, meskipun begitu kami tetap sarankan untuk membawa anak yang terkena cacar air ke dokter.

Hampir semua kita pernah menderita cacar air. Penyakit yang sangat menular ini, cukup membuat penderitanya sengsara. Mulai dari demam, sakit kepala, nyeri otot dan persendian, sampai benjol seperti lepuh di kulit dan mukosa (misalnya mulut).

Penyakit ini dapat mengenai siapa saja. Tetapi umumnya mengenai penderita usia di bawah 15 tahun. Paling sering antara umur 5 sampai 9 tahun.

Cacar air disebabkan oleh virus varisela zoster. Virus ini pada awalnya masuk ke dalam sistem pernapasan dan berkembang pada saluran napas bagian atas. Setelah itu, virus akan menuju kelenjar limfe dan memperbanyak diri di tempat ini. Sekitar 4-6 hari kemudian, virus akan menyebar ke limpa, hati, dan bagian tubuh lainnya.

Selang seminggu, virus akan menyebar lagi ke seluruh tubuh lewat aliran darah, termasuk ke kulit dan menimbulkan benjolan kulit berisi cairan (vesikel). Virus juga akan masuk kembali ke sistem pernapasan dan melalui sistem ini menular ke orang lain. Beberapa hari kemudian, virus akan dibersihkan dari tubuh oleh sistem kekebalan tubuh. Penderita akan sehat kembali. Setelah itu, dia akan mempunyai kekebalan terhadap virus. Itulah sebabnya kebanyakan orang hanya menderita cacar air sekali seumur hidup.

Tetapi pada beberapa orang lainnya, virus tidak hilang sama sekali. Virus tetap ada dalam tubuh, yaitu dalam keadaan "bertapa" (dorman) di dalam serabut saraf dekat sum-sum tulang belakang. Suatu saat, virus yang bertapa ini dapat aktif kembali, menimbulkan penyakit yang disebut herpes zoster. Penyakit ini ditandai oleh rasa kesemutan, gatal, dan nyeri yang diikuti oleh timbulnya benjolan merah dan lepuh. Dibandingkan cacar air, herpes zoster lebih sulit diobati.

Gejala cacar air biasanya diawali oleh benjolan kecil berwarna merah dalam jumlah banyak. Kemudian menjadi benjolan yang berisi cairan bening. Selanjutnya, benjolan akan kempes dan akan terbentuk semacam kerak jaringan (krusta).

Benjolan pada awalnya banyak tumbuh di dada, punggung, atau wajah. Kemudian akan menjalar ke bagian tubuh lainnya seperti kepala, mulut, hidung, telinga, dan daerah genital.
Gejala lain yang timbul antara lain adalah demam, nyeri tenggorok, nyeri perut, sakit kepala. Gejala ini biasanya muncul sebelum timbul gejala kulit.

Cacar air sangat menular. Awal penularan terjadi 2 hari sebelum munculnya gejala kulit. Penularan akan berakhir ketika benjolan kulit sudah mengalami perkerakan.
Di Indonesia, vaksinasi cacar air belum terlalu lazim dilakukan. Vaksinasi biasanya diberikan pada anak umur 12 sampai 15 bulan. Untuk memperkuat kekebalan, vaksinasi hendaknya diulang di usia 4 sampai 6 tahun. Vaksinasi efektif mencegah 70%-80% kasus ringan, dan 95% kasus sedang berat.

Untuk meringankan gejala yang timbul, beberapa tindakan yang perlu dilakukan adalah:
1. Minum yang banyak
2. Gunakan kompres dingin untuk meringankan gatal
3. Jaga tubuh tetap kering
4. Berikan makanan dingin dan lunak, karena benjolan di mulut dapat menyulitkan makan dan minum
5. Hindari makan makanan yang asam dan asin, misalnya jeruk atau asinan
6. Tidak boleh memecahkan benjolan atau menggaruk-garuknya, karena akan meninggalkan bekas jika telah sembuh

Obat-obatan yang biasa diberikan adalah:

1. Parasetamol, untuk meringankan demam dan nyeri
2. Asiklovir, biasanya diberikan pada kasus yang berat atau yang diperikan akan mengalami komplikasi
3. Antibiotik, tidak selalu diberikan kecuali ada infeksi sekunder
4. Obat antigatal, dapat dibeli bebas di toko obat. Tetapi sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter anda mengenai hal ini


Tips Mengobati Cacar Air (Alternatif)

1. Caranya; Parutan kunyit dicampur dengan asam kawak, kemudian dibalurkan ke tubuh.Cara lain; Air kelapa gading dicampur dengan madu secukupnya kemudian minum setiap haridengan dosis 1 kelapa untuk 1 hari.

2. Bahan: bonggol batang pisang kluthuk, adas pulosariCara membuat: bonggol pisang diparut untuk diambil airnya,kemudian dicampur dengan bahan lainnya sampai merata.Cara menggunakan: disaring dan diminum.

3. Bahan yang digunakan adalah biji jagung. Caranya, ambil jagung yang masih muda, kemudian diparut bijinya saat masih di tongkolnya. Jagung lembut lalu dijadikan masker wajah.


Sumber : http://www.wartamedika.com/2008/10/cacar-air.htm dan sumber lain.

No comments:

About

Blog yang memberikan informasi seputar kegiatan yang berlangsung di Perumahan Kalibaru Permai, Cilodong, Depok.

Recent Post